Resmi Dibuka,SPPG Dawuan Dapur 2 UUT BEEF Siap Beroperasi di Kecamatan Tengahtani

oleh -17 Dilihat
oleh

Kabupaten Cirebon (Newssidak .id Jawa Barat)_ Akselerasi program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Cirebon kembali menunjukan progres signifikan. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dawuan Dapur 2 UUT BEEF resmi dibuka pada Rabu(18/2/2026).

Kehadiran dapur kedua ini menjadi tonggak penting dalam mendukung program prioritas Presiden RI untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pemenuhan gizi yang terukur dan higienis.

Camat Tengahtani, Teddy Tri Susilo,menyambut baik ekspansi ini. Menurutnya, pembukaan dapur kedua di wilayahnya merupakan langkah nyata dalam membawa dampak positif langsung ke masyarakat.

“Hari ini kita launching SPPG Dawuan Dapur 2 UUT BEEF. Ini jelas sifatnya positif. Program MBG adalah program nasional yang menjadi prioritas Presiden. Khususnya di Kecamatan Tengahtani, manfaatnya sangat banyak dan membawa dampak positif bagi wilayah kami,” ujar Teddy dalam keterangannya kepada sejumlah wartawan.

Senada dengan Camat, anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon, Muhyidin, memberikan apresiasi tinggi. Ia menekankan bahwa investasi pada gizi adalah investasi pada kecerdasan bangsa.

“Kami sangat mengapresiasi launching kedua ini. Dengan terpenuhinya gizi, tingkat kecerdasan akan meningkat. Program MBG ini adalah langkah konkret menuju Indonesia Emas 2045,” kata Muhyidin.

Owner SPPG Dawuan Dapur 2 UUT BEEF, Bastoni, mengungkapkan bahwa fokus Dapur 2 tidak hanya pada pelajar, tetapi juga menyasar kelompok rentan lainnya yang selama ini belum terjangkau secara maksimal.

“Kita masih memiliki banyak balita, ibu hamil, hingga lansia yang belum mendapatkan MBG. Mudah-mudahan setelah dapur kedua jalan, mereka dapat tercover,” jelasnya kepada sejumlah wartawan.

Lebih lanjut, ia menekankan aspek pemberdayaan ekonomi lokal, bahan baku akan diambil dari wilayah Tengahtani guna menghidupkan sektor UMKM.

Selain itu, program ini merambah fungsi sosial dengan menyediakan shelter bagi anak putus sekolah untuk mendapatkan hak gizi yang sama.

“Termasuk kader Posyandu akan terlibat, sehingga kedepannya kita optimis bisa membuka dapur MBG ketiga,” tambahnya.

Dari sisi kesiapan infrastruktur, Danramil 0620-02/Tengahtani, Kapten Inf Sal Piannoor, memberikan penilaian positif terkait standar operasional di lokasi.

“Dari awal kita memantau pengelolaan ini. Saya rasa sangat cukup, bahkan tempat istirahat karyawan pun memiliki standar yang bagus. Ini penting untuk menjaga kualitas layanan,” ungkapnya.

Dengan beroperasinya SPPG Dawuan Dapur 2 UUT BEEF, diharapkan mata rantai kemiskinan dan masalah stunting di wilayah Tengahtani dapat terurai melalui integrasi gizi, pendidikan dan pemberdayaan ekonomi lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.