Sorotan Pansus DPRD Indramayu, Perumdam TDA Klarifikasi Penggunaan Bahan Kimia

oleh -14 Dilihat
oleh

Kabupaten Indramayu (Newssidak.id, Jawa Barat) – Beberapa hari terakhir, publik di Kabupaten Indramayu dihebohkan dengan sorotan Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kabupaten Indramayu terkait penggunaan anggaran oleh Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Darma Ayu (Perumdam TDA). Pansus menilai adanya potensi pemborosan anggaran, khususnya dalam penggunaan bahan kimia baru pada proses produksi air bersih.

Menindaklanjuti hal tersebut, sejumlah awak media melakukan investigasi langsung ke beberapa cabang Perumdam TDA guna memastikan kebenaran informasi yang berkembang.

Pada Senin (20/4/2026), awak media mendatangi kantor Perumdam TDA Cabang Pelayanan Jatibarang yang berlokasi di Jalan Letnan Joni, Desa Jatibarang Baru. Kedatangan media disambut langsung oleh Kepala Cabang Pelayanan, Sutoni, SH, didampingi Supervisor Produksi, Ade Setiawan.

Dalam keterangannya, pihak cabang Jatibarang menegaskan bahwa mereka tidak menggunakan bahan kimia baru dalam proses produksi air bersih.

“Dalam produksi, kami masih menggunakan bahan kimia yang lama, artinya tidak menggunakan bahan kimia baru,” jelas Ade Setiawan.

Sebagai bentuk transparansi, awak media juga diajak langsung meninjau lokasi produksi untuk melihat proses pengolahan air secara langsung.

Investigasi kemudian berlanjut ke lokasi berbeda, yakni Instalasi Pengolahan Air (IPA) 300 Lobener. Di lokasi tersebut, awak media disambut oleh Kepala IPA 300, Adi Indrayadi.

Menjawab pertanyaan serupa, Adi menjelaskan bahwa penggunaan bahan kimia baru hanya diterapkan di dua instalasi, yaitu IPA Sliyeg dan IPA Salamdarma.

“Kimia baru jenis PAC sudah diujicobakan di IPA Sliyeg dan hasilnya bagus. Sedangkan di IPA Salamdarma masih dalam tahap uji coba dan menunjukkan hasil yang juga baik, terutama dalam menangani tingkat kekeruhan air (NTU) yang tinggi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Adi menegaskan bahwa penggunaan bahan kimia tersebut telah melalui serangkaian uji laboratorium yang ketat, dengan hasil yang dinilai layak dan efektif untuk mendukung proses pengolahan air.

Berdasarkan hasil investigasi di lapangan, penggunaan bahan kimia baru oleh Perumdam TDA, khususnya di IPA Sliyeg dan Salamdarma, dinilai sebagai langkah teknis yang wajar dan sesuai kebutuhan operasional perusahaan, dengan biaya yang masih dalam batas standar.

Dengan demikian, isu pemborosan anggaran yang mencuat masih memerlukan kajian lebih lanjut secara menyeluruh agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.