Kabupaten Indramayu (Newssidak.id, Jawa Barat)_Ketua Forum Perjuangan Wartawan Indramayu (FPWI), Chong Soneta, beberapa minggu terakhir melakukan kunjungan kerja ke sejumlah proyek pembangunan yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Indramayu Tahun Anggaran 2026.
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap pelaksanaan pembangunan daerah agar berjalan sesuai dengan perencanaan, spesifikasi teknis, serta memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Dalam rangkaian kunjungan kerjanya, Chong Soneta yang akrab disapa Acong melakukan survei langsung ke beberapa titik proyek infrastruktur jalan yang saat ini tengah menjadi perhatian publik. Menurutnya, pengawasan terhadap proyek-proyek pemerintah merupakan bagian penting dalam memastikan penggunaan anggaran daerah dilakukan secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.
Saat ditemui pada Sabtu (30/05/2026), Acong menegaskan bahwa seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan proyek, khususnya kontraktor atau pemborong, harus bekerja sesuai aturan dan tidak melakukan penyimpangan dalam pelaksanaan pekerjaan. Ia mengingatkan bahwa anggaran yang digunakan dalam pembangunan tersebut berasal dari uang rakyat sehingga harus dipertanggungjawabkan dengan sebaik-baiknya.
“Saya mengingatkan kepada oknum pemborong agar tidak bermain-main dengan spesifikasi teknis pekerjaan. Jangan macam-macam untuk oknum pemborong yang bermain spek, ini uang rakyat. Pembangunan harus dilaksanakan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan agar kualitas hasil pekerjaan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegas Acong.
Menurutnya, kualitas pembangunan infrastruktur sangat menentukan tingkat kenyamanan dan keselamatan masyarakat sebagai pengguna, oleh karena itu, setiap tahapan pekerjaan harus diawasi secara ketat, mulai dari penggunaan material, proses pengerjaan, hingga hasil akhir yang diserahkan kepada pemerintah daerah.
Dalam kegiatan surveinya, Ketua FPWI Indramayu telah meninjau sedikitnya tiga proyek rekonstruksi jalan yang dibiayai melalui APBD 2026. Ketiga proyek tersebut meliputi rekonstruksi jalan Kedaton–Purwajaya, Rekonstruksi jalan Juntinyuat–Pondoh, serta rekonstruksi jalan Sudimampir–Segeran.
Acong menjelaskan bahwa kunjungan lapangan dilakukan untuk melihat secara langsung progres pekerjaan sekaligus memastikan bahwa pelaksanaan proyek berjalan sesuai dengan dokumen perencanaan dan spesifikasi yang telah ditetapkan.
Ia berharap seluruh pelaksana proyek dapat menjaga komitmen terhadap kualitas pekerjaan sehingga pembangunan yang dilaksanakan memiliki daya tahan yang baik dan tidak cepat mengalami kerusakan.
Lebih lanjut, ia menilai bahwa keterlibatan berbagai elemen masyarakat, termasuk insan pers, dalam melakukan fungsi kontrol sosial merupakan hal yang penting untuk mendukung terciptanya tata kelola pembangunan yang bersih dan transparan.
Dengan adanya pengawasan dari berbagai pihak, tambahnya,potensi penyimpangan dalam pelaksanaan proyek dapat diminimalisir.
“Kami ingin pembangunan yang dibiayai dari APBD benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Jangan sampai ada pekerjaan yang kualitasnya menurun karena tidak sesuai spesifikasi. Semua pihak harus memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga uang rakyat agar digunakan sebagaimana mestinya,” tegasnya.
Melalui kegiatan survei tersebut, FPWI Indramayu berharap pelaksanaan proyek-proyek infrastruktur di Kabupaten Indramayu dapat berjalan sesuai standar mutu yang ditetapkan serta mampu mendukung peningkatan konektivitas dan perekonomian masyarakat di berbagai wilayah.
Dengan pengawasan yang berkelanjutan, pembangunan daerah diharapkan semakin berkualitas, transparan dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Indramayu.






