MWT IQQA Pertamina ke Kilang Balongan, Perkuat Keandalan Pasokan dan Akurasi Produk Energi Nasional

oleh -345 Dilihat
oleh

Kabupaten Indramayu (Newssidak.id, Jawa Barat) – PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Balongan terus memperkuat komitmennya dalam menjaga keandalan operasional kilang, memastikan ketahanan pasokan, serta menjamin akurasi kualitas dan kuantitas produk energi nasional.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penerimaan kegiatan Management Walkthrough (MWT) jajaran manajemen Integrated Quality & Quantity Assurance (IQQA) PT Pertamina (Persero) ke PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Refinery Unit (RU) Balongan, Indramayu, Kamis (3/9/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di Gedung Amanah, Kompleks RU Balongan, tersebut dipimpin langsung oleh Vice President Integrated Quality & Quantity Assurance (VP IQQA) PT Pertamina (Persero), Deby Irawan Sanjaya, bersama jajaran manajemen.

Kedatangan tim MWT IQQA diterima langsung oleh Executive General Manager RU Balongan, Yulianto Triwibowo, didampingi perwakilan Tim Manajemen RU Balongan.

Kunjungan kerja ini berfokus pada pengawasan dan evaluasi aspek kualitas serta kuantitas produk, sekaligus membahas berbagai tantangan teknis terkait pasokan minyak mentah (crude oil) yang menjadi bahan baku utama operasional kilang.

Executive General Manager RU Balongan, Yulianto Triwibowo, mengatakan kunjungan MWT IQQA Holding menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dan komitmen bersama dalam menjaga keandalan kilang di tengah dinamika pasokan bahan baku dan kebutuhan energi nasional.

“Di tengah tantangan pasokan pemenuhan bahan baku, RU Balongan terus berupaya menjaga fleksibilitas dan keandalan operasional demi pemenuhan BBM nasional,” ujar Yulianto.

Menurut Yulianto, salah satu tantangan yang menjadi perhatian saat ini adalah tingginya kebutuhan Solar nasional yang harus dipenuhi di tengah dinamika suplai bahan baku kilang.

“RU Balongan saat ini menjadi salah satu benteng utama (bumper) dalam merespons perubahan pola suplai energi nasional. Kami terus berupaya maksimal menjaga fleksibilitas dan keandalan pengolahan agar ketersediaan BBM, khususnya Solar, tetap terjaga aman di masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, VP IQQA PT Pertamina (Persero), Deby Irawan Sanjaya, menjelaskan bahwa pelaksanaan MWT tersebut merupakan tindak lanjut arahan Direktur Logistik & Infrastruktur PT Pertamina (Persero), Jaffee Arizon Suardin, guna memastikan kelancaran proses lifting dan pengolahan minyak mentah secara terintegrasi dari sektor hulu hingga hilir.

Deby juga memberikan apresiasi terhadap Kilang Balongan yang dinilai terus menunjukkan konsistensi dan keandalan dalam menjalankan operasional sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan energi masyarakat Indonesia.

Ia mengungkapkan adanya peningkatan produksi minyak mentah dari sumur Akasia Prima yang cukup signifikan dibandingkan perkiraan awal.

“Produksi dari sumur Akasia Prima saat ini mengalami peningkatan tajam dari perkiraan awal. Ini adalah berkah besar bagi Pertamina, namun harus dikelola dengan kewaspadaan tinggi,” papar Deby.

Untuk menghadapi kondisi tersebut tanpa mengganggu keandalan operasional kilang, keselamatan kerja, maupun perlindungan lingkungan, Tim IQQA bersama fungsi terkait telah menyiapkan sejumlah langkah strategis dan mitigasi.

Tidak hanya menyoroti aspek operasional, Deby juga menekankan pentingnya perlindungan terhadap aspek Health, Safety, and Environment (HSE), termasuk kesehatan pekerja dan dampak lingkungan di sekitar area operasional.

Langkah mitigasi kesehatan dan lingkungan serta pemantauan kondisi fisik pekerja dilakukan secara berkala melalui koordinasi dengan tim Health, Safety, Security and Environment (HSSE) RU Balongan.

“Kesehatan pekerja dan perlindungan lingkungan merupakan aspek utama. HSSE bukan hanya soal keselamatan kerja, tetapi juga pemeliharaan lingkungan yang berdampak pada reputasi dan keberlanjutan perusahaan. Kami memastikan penanganan ini dilakukan secara cermat agar operasional Kilang Balongan tetap aman, andal, dan sesuai standar ketat,” tegas Deby.

Rangkaian kegiatan MWT kemudian dilanjutkan dengan pemaparan profil operasi kilang serta site visit ke sejumlah area kritis di lingkungan RU Balongan. Kegiatan tersebut menjadi bagian penting untuk melihat secara langsung kondisi operasional sekaligus memastikan berbagai aspek pengelolaan kualitas, kuantitas, keselamatan, dan keandalan berjalan sesuai standar.

Kunjungan ditutup dengan Focus Group Discussion (FGD) antara jajaran manajemen IQQA dan Tim Manajemen RU Balongan. Forum tersebut membahas berbagai temuan, tantangan, serta langkah strategis yang perlu dilakukan melalui penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL).

Melalui MWT tersebut, Pertamina menegaskan komitmen untuk terus memperkuat koordinasi dan integrasi dari hulu hingga hilir, sehingga keandalan pengolahan minyak mentah, kualitas dan kuantitas produk, serta ketersediaan energi nasional dapat terus terjaga secara aman, andal, dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.