Kabupaten Indramayu (Newssidak.id, Jawa Barat) – Untuk pertama kalinya sejak berdiri dalam satu tahun Sanggar Tari Respati menggelar kegiatan evaluasi kenaikan tingkat bagi peserta didik tingkat Pemula 1.
Sebanyak 40 peserta mengikuti evaluasi dengan menampilkan dua tarian tradisional, yakni Tari Jaipong dan Tari Serimpi, di aula Balai Desa Mekargading Kecamatan Sliyeg Kabupaten Indramayu Jawa Barat, Minggu (18/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi Sanggar Tari Respati yang beralamatkan di blok Lamaran desa Mekargading dalam mengukur perkembangan kemampuan peserta didik sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri, kedisiplinan dan kecintaan terhadap seni budaya tradisional.
40 peserta tersebut dibagi ke dalam sembilan kelompok untuk menampilkan kemampuan menari yang telah mereka pelajari selama mengikuti latihan di Sanggar Tari Respati. Setiap kelompok menunjukan keterampilan, penguasaan gerakan, ketepatan irama serta penghayatan terhadap tarian yang dibawakan.
Kegiatan ini turut dihadiri para wali murid peserta didik, Waroah perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu, Mimi Indria sang maestro Sanggar Mulia Bakti, Aksin ketua sanggar Kencana Kembar serta Rohman dari Sanggar Melati Ayu kota Indramayu.
Ketua Sanggar Tari Respati, Novi Oktaviany, menyampaikan bahwa evaluasi kenaikan tingkat merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran seni tari. Melalui evaluasi tersebut, peserta didik dapat mengetahui perkembangan kemampuan mereka sekaligus mempersiapkan diri untuk melangkah ke tingkat pembelajaran berikutnya.
Menurut Novi, penilaian tidak hanya berfokus pada kemampuan menghafal gerakan, tetapi juga mencakup ketepatan irama, keluwesan, penguasaan teknik, kedisiplinan dan penghayatan karakter tarian.
“Melalui evaluasi ini, kami ingin mengetahui sejauh mana perkembangan kemampuan anak-anak selama berlatih. Kami berharap mereka semakin percaya diri, disiplin dan terus bersemangat mengembangkan bakatnya di bidang seni tari,” ujar Novi.
Ia pun mengungkapkan rasa syukur atas perkembangan Sanggar Tari Respati yang baru berdiri sekira satu tahun, tetapi telah memiliki hampir 100 peserta didik yang terdaftar.
“Pesertanya tidak hanya berasal dari Desa Mekargading, melainkan juga dari sejumlah desa lainnya di wilayah sekitar,” sebut Novi.
Menurutnya, antusiasme tersebut menjadi penyemangat bagi pengelola sanggar untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan memperluas kesempatan bagi anak-anak dalam mengenal serta mempelajari seni tari tradisional.
Novi berharap, pelaksanaan evaluasi pada tahun mendatang dapat berlangsung lebih meriah dengan dukungan yang semakin luas. Ia juga berharap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu dapat hadir secara langsung untuk memberikan perhatian dan dukungan terhadap perkembangan sanggar seni di daerah.
Pada kesempatan tersebut, Novi menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan, mulai dari para ketua sanggar seni, pemerintah desa, para wali murid hingga semua pihak yang turut berkontribusi dalam menyukseskan evaluasi kenaikan tingkat tersebut.
Sementara itu, Kuwu Mekargading, Sofyan Gunawan, menegaskan bahwa pelestarian seni dan budaya tradisional harus menjadi perhatian bersama, terutama dalam mengenalkan warisan budaya kepada generasi muda sejak dini.
“Kami dari Pemerintah Desa Mekargading sangat mendukung kegiatan Sanggar Tari Respati. Kami berharap sanggar ini terus berkembang dan menjadi wadah bagi anak-anak untuk menyalurkan bakat, meningkatkan kreativitas serta mengenal dan mencintai seni budaya daerah,” ujar Sofyan.
Ia menambahkan, kesenian tradisional seperti Tari Jaipong dan Tari Serimpi harus terus dilestarikan agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.
“Jangan sampai generasi muda kita kehilangan kecintaan terhadap seni budaya sendiri, karena itu mari kita bersama-sama menjaga dan melestarikan kesenian tradisional agar tetap hidup dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya,” tegasnya.
” Hal ini sesuai dengan motto desa kita,Mekargading Sakti (Sejahtera,Amanah, Kreatif,Tangguh dan Inovasi),” pungkasnya.






