Bangun Ekonomi Desa, BAZMA Pertamina Kilang Balongan Latih Eks TKW Jadi Pengusaha Tempe Rumahan

oleh -411 Dilihat
oleh

Kabupaten Indramayu (Newssidak.id, Jawa Barat) – Baituzzakah Pertamina (BAZMA) Refinery Unit VI Balongan terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional. Bekerja sama dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Wiralodra (UNWIR), BAZMA menggelar Pelatihan Pembuatan Tempe Skala Rumahan bagi kelompok ibu-ibu mantan Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Desa Rawadalem, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, Selasa (28/7/2026).

Program pemberdayaan ini dirancang untuk membuka peluang usaha baru berbasis rumah tangga, sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pekerjaan di luar negeri sebagai pekerja migran. Melalui pelatihan tersebut, peserta dibekali keterampilan praktis yang diharapkan mampu menjadi sumber penghasilan baru bagi keluarga.

Mewakili pengurus BAZMA Kilang Balongan, Faisal menjelaskan bahwa usaha produksi tempe dipilih karena memiliki prospek yang menjanjikan. Selain bahan bakunya mudah diperoleh, proses produksinya relatif sederhana, dapat dilakukan dari rumah, dan memiliki permintaan pasar yang stabil setiap hari.

“Kegiatan ini merupakan komitmen berkelanjutan kami di bidang pemberdayaan ekonomi. Kami berharap keterampilan praktis ini mampu memicu lahirnya wirausaha baru sehingga para ibu dapat mandiri secara finansial tanpa harus meninggalkan keluarga untuk bekerja jauh,” ujar Faisal.

Inisiatif tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Desa Rawadalem. Nurcholis, yang hadir mewakili Kepala Desa Rawadalem, menyampaikan bahwa selama ini sebagian besar masyarakat masih mengandalkan pekerjaan sebagai pekerja migran, sehingga potensi usaha mikro di desa belum berkembang secara optimal.

“Kami mengapresiasi penuh inisiatif BAZMA Pertamina. Pelatihan ini membuka wawasan masyarakat bahwa ada peluang usaha yang menjanjikan dan dapat dijalankan langsung dari rumah. Ini menjadi motivasi besar bagi kemajuan ekonomi Desa Rawadalem,” tutur Nurcholis.

Dalam pelatihan tersebut, BAZMA Kilang Balongan menghadirkan dua narasumber yang telah berpengalaman sebagai pelaku usaha tempe rumahan, yakni Abdul Goni Ghozali sebagai pemateri dan Arifin sebagai instruktur praktik.

Pada sesi praktik, Arifin memandu peserta secara langsung mulai dari proses pemilihan kedelai berkualitas, pencucian, perendaman, perebusan, pengupasan kulit kedelai, pemberian ragi, pengemasan hingga proses fermentasi. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan peralatan, ketepatan penggunaan ragi, serta teknik penyimpanan yang baik agar menghasilkan tempe berkualitas.

Salah seorang peserta, Tati, mengaku senang dapat mengikuti pelatihan tersebut. Menurutnya, ilmu yang diperoleh menjadi bekal berharga untuk memulai usaha rumahan sekaligus membantu meningkatkan perekonomian keluarga.

“Saya berharap setelah mengikuti pelatihan ini bisa memulai usaha tempe sendiri di rumah. Selain menambah penghasilan keluarga, hasil produksinya juga dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga,” ungkapnya.

Secara terpisah,Secara terpisah, Pjs. Area Manager Communication, Relation & CSR PT PPN RU Balongan, Nurhidayanto, turut mengapresiasi langkah BAZMA dalam meningkatkan kapasitas masyarakat melalui pelatihan kewirausahaan.

“Pelatihan ini memberikan bekal praktis kepada masyarakat untuk memulai usaha dari skala rumah tangga. Kami berharap keterampilan tersebut dapat berkembang menjadi sumber pendapatan tambahan sekaligus mendorong lahirnya pelaku UMKM baru di Desa Rawadalem,” ujarnya.

Nurhidayanto menambahkan, program pemberdayaan yang dijalankan BAZMA Kilang Balongan merupakan bukti bahwa BAZMA tidak hanya berperan sebagai lembaga penyalur zakat pekerja, tetapi juga menjadi mitra strategis perusahaan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Melalui kolaborasi antara BAZMA, mahasiswa KKN Universitas Wiralodra, pemerintah desa, dan masyarakat, diharapkan semakin banyak warga yang memiliki keterampilan usaha produktif sehingga mampu membangun ekonomi keluarga yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.