Inbupaten Indramayu (Newssidak.id, Jawa Barat)_ Di sudut jalan Desa langgen sari Kecamatan lelea Indramayu ada kisah perjuangan seorang ibu yang patut diapresiasi.
Namanya Daeni (43), setiap hari bahkan sebelum matahari terbit, ia sudah menyalakan tungku dan menyiapkan adonan serabi untuk dijual di lapak sederhananya.
Dengan cara tradisional menggunakan cetakan tanah liat dan bara kayu, Daeni mempertahankan cita rasa serabi yang khas. Harga jualnya pun terjangkau,hanya Rp2.000/serabi dengan berbagai pilihan rasa.
Hasil berjualan serabi bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi harapan agar kedua anaknya bisa terus sekolah dan memiliki masa depan yang lebih baik.
Menjadi pedagang kaki lima tentu bukan tanpa rintangan. Cuaca ekstrem dan fluktuasi harga bahan baku yang terus berubah kerap menjadi ujian bagi Daeni.
Meski begitu, tidak ada kamus menyerah dalam hidup Daeni, Ia tetap konsisten membuka lapaknya setiap pagi dengan keyakinan bahwa rezeki tidak akan tertukar selama ada kemauan untuk terus berusaha.
“Kadang habis, kadang masih sisa. Alhamdulillah yang penting ada rezeki buat anak,” ungkapnya, Minggu (21/6/2026).
Kisah Daeni, menjadi pengingat bahwa di balik kesederhanaan, ada perjuangan besar seorang ibu yang tak pernah lelah demi keluarga.







