Istrinya Jadi Korban TPPO,Turshila Laporkan Sponsor ke Polisi

oleh -504 Dilihat
oleh

Kabupaten Cirebon (Newssidak.id, Jawa Barat)_ Seorang Pekerja Migran Indonesia(PMI) Asal Desa Karang Kendal Kecamatan Kapetakan Kabupaten Cirebon diduga menjadi korban perdagangan orang di wilayah bagian Timur tengah,tepatnya di negara Oman.

Sebut saja namanya Mashada, ia diiming-imingi berangkat cepat oleh sponsor bernama Suci warga desa Karangkerja kecamatan Suranenggala dan Ros, warga Indramayu nonprosedural(ilegal) dengan menggunakan visa kunjungan pada tahun 2025 lalu.

Mashada menjelaskan kronologis proses awal bertemu Suci, kemudian Suci merayu dengan mengiming- imingi pemberangkatan resmi dan gaji besar di negara Oman dengan proses cepat,tergiur dengan gaji besar Mashada akhirnya mau.

“Trus saya dibawa ke jalan raya Sleman Desa Sliyeg Kabupaten Indramyu untuk dilakukan medical cek-up di klinik Rizki Utama,”terangnya kepada awak media,Senin(13/7/2026).

“Setelah melakukan medical cek-up selang beberapa hari saya dijemput sama pihak sponsor,lalu diantarkan ke Bandara internasional Soekarno Hatta langsung ke negara yang dituju yaitu Oman,” lanjutnya.

“Sesampainya di negara Oman,saya langsung dijemput oleh agency yang sudah siap untuk menjemput,saya langsung di bawa ke kantor untuk dibawa kepada majikan,” tambahnya.

Ia mengaku,selama 8 bulan bekerja gaji yang diterima tidaklah sesuai harapan yang pernah dijanjikan oleh pihak agency, lebih parahnya lagi makan, minum dan kebutuhan lainya menggunakan uang sendiri, bahkan setiap dirinya menerima gaji sering dipinjam oleh majikan tuanya.

Dua bulan terakhir gajinya belum dibayar,tak tahan dengan aturan dan perlakuan sang majikan, Mashada mencoba mencari perlindungan ke Kedutaan Republik Indonesia(KBRI) yang ada di Oman.

Setelah KBRI Oman,Mashada mencoba untuk menghubungi keluarganya yang ada di Indonesia melalui pesan Watsapp memberikan kabar bahwa dirinya sedang berada di KBRI untuk berlindung.

Turshila,suami Mashada, sebelum istrinya berangkat,sempat tidak mengizinkan istri berangkat mencari nafkah ke luar negeri.

“Saya sebagai suaminya merasa terpukul mendapatkan kabar istri saya tidak digaji sampai kabur mencari perlindungan ke KBRI,” ucapnya sedih.

“Kami selaku keluarga dari Ibu Mashada mencoba menghubungi kembali kepada pihak KBRI yang ada di Oman,memastikan bahwa ibu Mashada ada dalam perlindungan Kedutaan Republik Indonesia,” ungkapnya.

Turshila sebagai suami merasa prihatin seharusnya untung sekarang malah buntung, sebab untuk biaya hidup di KBRI,Turshila harus mentransfer istrinya sebesar Rp5.500.000.

“Saya meminta bantuan kepada KBRI yang ada di negara Oman untuk pemrosesan kepulangan istri saya,” pintanya.

Bersama Lembaga Advokasi Perlindungan Serikat Migran Indonesia(APSPMI dan Ham) Tursilah akan melaporkan pihak sponsor yang tidak bertanggungjawab terkait Dugaan Tindak Pidana Penjualan Orang(TPPO) ke Polres Cirebon Kota.

“Setelah sampai di Indonesia. Saya dan istri melaporkan sponsor tersebut ke Polresta Cirebon kota Unit Reskrim PPA pada Senin(25/5/2026)untuk melakukan uji upaya yang berlaku di negara Indonesia,” jelasnya.

Usai dilaporkan,Suci meminta untuk diselesaikan secara kekeluargaan dan Ros mengutus seseorang berinisial AD menghubungi salah satu awak media yang membantu pelaporan tersebut, AD mengajak ketemuan di salah satu restoran Cirebon kota pada Jumat(10/7/2026).

Dalam pertemuan tersebut,AD memberikan keterangan bahwa Suci sangat susah dicari(ditemui) dan tidak kooperatif.

“Saya dari pihak Ros ingin bertanggung jawab,” kata AD.

Namun hingga saat ini hanya omongan saja,menjanjikan harapan kosong dan tidak ada kejelasan.

Mengacu larangan pemerintah Indonesia kerjasama dengan kerajaan Oman. Merujuk undang-undang melarang dan menindak segala bentuk pemberangkatan pekerja ke luar negeri tanpa mekanisme resmi pemberangkatan non-prosedural ini sangat berisiko tinggi,karena membuat pekerja kehilangan hak dan perlindungan hukum,rawan menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang ( TPPO) serta menghadapi ancaman deportasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.