Jelang Idul Adha 1447 H,DKPP Indramayu Perketat Kesehatan Hewan Qurban

oleh -17 Dilihat
oleh

Kabupaten Indramayu (Newssidak.id, Jawa Barat)_Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Indramayu Jawa Barat memperketat pemeriksaan kesehatan hewan kurban menjelang Idul Adha 1447 H, dengan menerjunkan puluhan petugas ke sejumlah titik penjualan ternak di daerah tersebut.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner DKPP Kabupaten Indramayu, Dian Daju,mengatakan pemeriksaan dilakukan untuk memastikan hewan yang diperjualbelikan dalam kondisi sehat dan layak dijadikan hewan kurban.

“Kami sudah melaksanakan launching pemeriksaan hewan kurban tingkat Kabupaten Indramayu sekaligus bazar ternak di Puskeswan Indramayu,” ujarnyaRabu(20/5/2026).

Ia mengatakan DKPP menerjunkan sekira 30 petugas pemeriksa hewan, untuk melakukan pemeriksaan antemortem terhadap hewan kurban.

Menurut dia, pemeriksaan menyasar lapak maupun tempat penjualan hewan kurban yang tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Indramayu.

“Hewan yang sehat dan layak untuk kurban akan kami beri tanda berupa kalung sehat,” tambahnya.

Dian menuturkan pemeriksaan antemortem dilakukan mulai saat ini, hingga menjelang penyembelihan hewan kurban pada Idul Adha.

Selain itu, kata dia, petugas akan melakukan pemeriksaan postmortem di lokasi pemotongan hewan kurban, seperti masjid dan mushola, hingga hari tasyrik.

Ia menyebutkan langkah tersebut dilakukan untuk memastikan daging kurban yang dibagikan kepada masyarakat dalam kondisi aman, sehat, utuh dan halal.

“Tim nanti kami sebar di tempat pemotongan hewan kurban untuk memastikan penanganan daging dilakukan dengan baik dan daging yang dibagikan benar-benar sehat,” terangnya.

DKPP mengingatkan pedagang di Indramayu, agar tidak menjual hewan yang belum memenuhi syarat kesehatan maupun kelayakan untuk kurban.

Kendati demikian, ia mengatakan DKPP hingga saat ini belum menemukan hewan kurban yang terindikasi tidak sehat dalam pemeriksaan awal yang dilakukan di lapangan.

Ia mengimbau masyarakat memilih hewan kurban yang sudah memiliki tanda kalung sehat, agar kondisi kesehatan hewan lebih terjamin saat dibeli untuk pelaksanaan ibadah kurban.

“Kalau nanti ditemukan hewan yang kurang sehat atau tidak layak, maka tidak akan kami beri tanda sehat dan kami minta pedagang tidak menjualnya untuk kebutuhan kurban,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.