Kabupaten Indramayu (Newssidak.id, Jawa Barat)_ Kemarau panjang menbuat petani di sejumlah wilayah Indramayu kesulitan mendapatkan air untuk mengairi sawah.
Kondisi ini paling dirasakan petani di wilayah Indramayu bagian barat. Lahan mulai mengering, sementara kebutuhan air untuk masa tanam terus berjalan.
Pemkab Indramayu kini menyiapkan sejumlah langkah, mulai dari bantuan pompa air dan traktor, pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT), hingga rencana program “Listrik Masuk Sawah” untuk menekan biaya penyedotan air tanah.
Bupati Indramayu,Lucky Hakim, mengatakan, bantuan pompa air sudah mulai disalurkan kepada kelompok tani. Pemerintah juga meminta camat dan pemerintah desa ikut mengawal pemanfaatannya agar benar-benar membantu petani.
Sementara itu, DKPP Indramayu menyebut ada 63 titik JIAT yang akan dibangun setelah mendapat persetujuan BBWS Citarum. Selain itu, masih ada 47 titik tambahan yang saat ini dalam proses.
JIAT tersebut akan diprioritaskan untuk sawah tadah hujan yang mengalami kekeringan parah, di antaranya wilayah Gantar, Kroya, Terisi, Cikedung, dan Gabuswetan.
Petani juga didorong memilih tanaman yang lebih tahan terhadap kondisi panas, seperti jagung, semangka, melon dan palawija.
Bagi petani, air adalah kebutuhan utama. Bantuan pompa memang cukup membantu, tetapi mereka berharap pembangunan JIAT dan program Listrik Masuk Sawah bisa segera terealisasi.
“Air itu kebutuhan utama petani. Kami berharap pemerintah bisa terus membantu sampai kemarau berakhir,” ujar salah seorang petani, Jum’at(21/8/2026).







