LPTQ Kabupaten Indramayu Gelar Kunjungan Evaluasi dan Hadiri Tasyakuran Khotmil Qur’an di Desa Mekargading

oleh -220 Dilihat
oleh

Kabupaten Indramayu (Newssidak.id, Jawa Barat) _ Upaya memperkuat pembinaan generasi Qur’ani terus dilakukan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Indramayu. Tak hanya melakukan evaluasi pembinaan Rumah Tahfidz, LPTQ juga memberikan apresiasi kepada santri yang berhasil menyelesaikan pembelajaran Al-Qur’an.

Hal itu terlihat dalam kunjungan evaluasi kerja LPTQ Kabupaten Indramayu yang dirangkaikan dengan Tasyakuran Khotmil Qur’an Juz 30 di Desa Mekargading, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Minggu (20/9/2026).

Momentum tersebut menjadi istimewa setelah Ade Khafid Numan dan Adi Luthfie Sakhi Zaidan, putra pasangan Bapak Ansori dan Ibu Caseri, berhasil merampungkan Tilawatil Qur’an Juz 30.

Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan. Tasyakuran bukan sekadar perayaan atas capaian dua santri, tetapi juga menjadi bagian dari evaluasi keberlanjutan Rumah Tahfidz LPTQ berbasis masyarakat dalam memperluas pembelajaran Al-Qur’an di tingkat desa.

Dalam sambutan keluarga yang disampaikan Mashadi, rasa syukur dan haru mengiringi keberhasilan Ade dan Adi menyelesaikan Khotmil Qur’an Juz 30.

“Kami bersyukur anak kami bisa melaksanakan Khotmil Qur’an Juz 30. Mudah-mudahan anak kami menjadi anak yang saleh, menjadi hamba yang mencintai dan menghafal Al-Qur’an,” ujar Mashadi.

Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari peran para pengasuh Rumah Tahfidz yang dengan penuh kesabaran memberikan pendidikan dan bimbingan kepada para santri.

“Terima kasih kepada para pengasuh Rumah Tahfidz LPTQ yang telah membimbing dan mendidik anak kami. Semoga ilmu dan bimbingan yang diberikan menjadi amal kebaikan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Rumah Tahfidz LPTQ Kabupaten Indramayu Drs. H. Jajang Sudrajat, melalui H. Tawang Sutaswan, M.Pd.I selaku Penanggung Jawab Bidang Pendidikan, menegaskan bahwa pembinaan Rumah Tahfidz memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi Qur’ani sekaligus mendukung upaya pemberantasan buta aksara Al-Qur’an.

Menurut Tawang, LPTQ terus membangun sinergi dengan Kementerian Agama serta pemerintah daerah dalam memperkuat pembinaan pendidikan Al-Qur’an di tengah masyarakat.

“LPTQ terus berkolaborasi dengan Kementerian Agama dan pemerintah daerah setempat dalam pembinaan serta upaya pemberantasan buta aksara Al-Qur’an. LPTQ berkomitmen penuh untuk mencetak para penghafal Al-Qur’an dan generasi ahli agama,” papar Tawang.

Ia menegaskan, keberadaan Rumah Tahfidz tidak hanya diarahkan untuk melahirkan anak-anak yang mampu membaca dan menghafal Al-Qur’an. Lebih dari itu, pembinaan diharapkan mampu menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus membentuk karakter dan akhlak para santri.

“Harapannya, Rumah Tahfidz LPTQ dapat terus konsisten menjadi wadah pembelajaran yang melahirkan generasi muda yang mencintai Al-Qur’an, memahami nilai-nilainya, serta mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Kunjungan evaluasi dan tasyakuran Khotmil Qur’an tersebut menjadi gambaran bahwa pendidikan Al-Qur’an membutuhkan proses panjang, ketekunan, serta dukungan dari berbagai pihak.

Keberhasilan Ade dan Adi menyelesaikan Juz 30 menjadi salah satu bukti bahwa pembinaan yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan hasil positif bagi perkembangan generasi muda.

LPTQ Kabupaten Indramayu pun terus mendorong agar Rumah Tahfidz berbasis masyarakat dapat berkembang secara berkelanjutan. Sinergi antara keluarga, pengasuh, pemerintah dan lingkungan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun generasi yang tidak hanya dekat dengan Al-Qur’an, tetapi juga menjadikan nilai-nilainya sebagai pedoman dalam kehidupan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.