Indramayu Jabar, SIBER88.CO.ID_Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) Universitas Wiralodra menggelar aksi demonstrasi dan audiensi di depan aula Nyi Endang Darma Ayu Kampus Unwir Indramayu pada Selasa (19/5/2026).
Aksi berlangsung tertib namun penuh tekanan moral, menyusul ketidakhadiran rektor baru maupun mantan rektor yang sebelumnya disebut telah berjanji akan hadir menemui massa aksi.
Mahasiswa tampak memadati area kampus sambil membawa poster dan menyuarakan tuntutan terkait transparansi tata kelola keuangan kampus. Kekecewaan mulai memuncak ketika kedua pimpinan kampus yang dinanti tidak kunjung hadir dalam forum audiensi bersama mahasiswa.
Ketua MPM Universitas Wiralodra periode 2025–2026 sekaligus penanggung jawab aksi, Dhanu Achmad Firmansyah, menegaskan bahwa mahasiswa hadir untuk meminta kejelasan dan keterbukaan informasi yang dinilai menjadi hak seluruh civitas akademika.
“Kami mempertanyakan komitmen pimpinan kampus. Sebelumnya ada janji bahwa rektor baru maupun mantan rektor akan hadir bersama unsur yayasan dan pengawas untuk berdialog langsung dengan mahasiswa,” kata Dhanu.
Dalam audiensi tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan penting. Salah satu yang menjadi sorotan utama adalah transparansi dana KIP Kuliah, termasuk kejelasan pakta integritas serta pengembalian dana uang saku mahasiswa penerima KIP Kuliah yang disebut mengalami persoalan.
Selain itu, massa aksi juga mendesak keterbukaan terkait dana kegiatan organisasi dan program magang mahasiswa. Mereka meminta pihak kampus membuka rincian penggunaan anggaran serta memastikan adanya alokasi dana yang jelas, terbuka dan akuntabel bagi organisasi kemahasiswaan.
Tak hanya itu, mahasiswa turut menyoroti biaya kuliah semester yang dibayarkan mahasiswa setiap tahun akademik. Mereka meminta pihak kampus memberikan rincian penggunaan dana pembayaran kuliah agar tidak menimbulkan polemik dan kecurigaan di lingkungan akademik.
Namun, dari pihak kampus yang hadir dalam audiensi hanya pengurus yayasan serta Wakil Rektor I Unwir, Ibnu Rusyadi. Ketidakhadiran rektor baru dan mantan rektor memunculkan tanda tanya besar di kalangan mahasiswa dan memicu kekecewaan peserta aksi.
Dalam keterangannya, pihak rektorat melalui Wakil Rektor I menyatakan menerima aspirasi mahasiswa sebagai bentuk evaluasi konstruktif demi perbaikan tata kelola keuangan kampus ke depan. Meski demikian, mahasiswa menilai penjelasan yang diberikan masih belum menyentuh akar persoalan secara menyeluruh.
Mahasiswa berharap pihak yayasan dan pimpinan kampus segera memberikan penjelasan resmi serta membuka ruang dialog yang lebih transparan dan terbuka.
Mereka juga menegaskan akan menggelar aksi lanjutan apabila tuntutan yang disampaikan tidak mendapat respons serius dari pihak kampus maupun yayasan.






