Plt Kepala SMPN 1 Sliyeg Diduga Hindari Konfirmasi Wartawan

oleh -30 Dilihat
oleh

Kabupaten Indramayu (Newssidak.id, Jawa Barat)_ Polemik dugaan kasus pengeroyokan yang melibatkan pelajar kembali mencuat di Kabupaten Indramayu. Insiden tersebut diduga terjadi pada Jumat(24/4/2026) melibatkan siswa dari SMP Negeri 1 Sliyeg terhadap siswa MTsN 3 Indramayu.

Peristiwa ini menjadi sorotan publik setelah beredar pernyataan di media sosial dari seorang guru berinisial (EP) yang menyebut bahwa pada hari Jumat kegiatan sekolah telah berakhir pada pukul 10.30 WIB. Dalam pernyataannya, ia juga menyinggung bahwa tidak ada penerapan full day school pada hari tersebut, serta mengacu pada ketentuan lima hari sekolah sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Namun demikian, dugaan pengeroyokan tersebut justru disebut terjadi saat jam belajar masih berlangsung. Kondisi ini memunculkan pertanyaan terkait pengawasan pihak sekolah terhadap aktivitas siswa di lingkungan pendidikan, terutama jika sekolah menerapkan sistem Hari Sekolah selama lima hari dalam satu minggu.

Wartawan yang mencoba mengonfirmasi langsung ke SMP Negeri 1 Sliyeg guna mendapatkan keterangan resmi terkait insiden tersebut dan kejelasan penerapan aturan full day school, tidak berhasil menemui pihak kepala sekolah maupun guru Bimbingan Konseling (BK).

“Kepala sekolahnya tidak ada, barusan keluar, nanti besok lagi saja datang ke sini,” ujar penjaga sekolah saat ditemui wartawan di lokasi.

Sikap tersebut menimbulkan kesan kurang terbukanya pihak sekolah terhadap upaya klarifikasi publik atas kejadian yang menjadi perhatian masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMP Negeri 1 Sliyeg, Mamat Rahmat, belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pengeroyokan maupun kebijakan kegiatan belajar mengajar pada hari kejadian.

Kasus ini diharapkan dapat segera ditindaklanjuti oleh pihak terkait, termasuk Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu, guna memastikan keamanan dan kenyamanan lingkungan sekolah serta memberikan kejelasan kepada masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.