Targetkan 10 Ton Per Hektare, Program PM-AAS Dapat Dukungan Bupati Indramayu

oleh -21 Dilihat
oleh

Kabupaten Indramayu (Newssidak.id, Jawa Barat) _ Kabupaten Indramayu kembali menunjukan perannya sebagai salah satu lumbung pangan nasional.

Salah satu langkah mempertahankan predikat itu dengan melakukan gerakan Tanam Perdana Program PM-AAS (Pertanian Modern – Advanced Agriculture System) seluas 100 hektare yang dilakukan di Blok Suket Baju Desa Plosokerep Kecamatan Terisi, Rabu (13/5/2026).

Program tersebut terdiri dari 70 hektare lahan Oplah (Optimalisasi Lahan) dan 30 hektare lahan reguler. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam meningkatkan produksi pertanian, memaksimalkan pemanfaatan lahan, serta memperkuat ketahanan pangan nasional.

Sekretaris Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kementerian Pertanian, Husnain mengatakan, PM-AAS merupakan sistem budidaya padi modern yang diadopsi dari Arkansas, Amerika Serikat. Program ini menjadi pilot project nasional yang dilaksanakan di 14 provinsi di Indonesia, termasuk Kabupaten Indramayu yang menjadi salah satu lokasi utama di Jawa Barat selain Kabupaten Subang.

Menurut Husnain, Program PM-AAS menerapkan teknologi modern pertanian melalui mekanisasi alat, efisiensi penggunaan pupuk dan air, serta pola tanam rapat untuk meningkatkan hasil produksi. Selain itu, penggunaan benih, pupuk dan pengendalian hama juga harus diperhatikan sejak awal.

“Kita targetkan hasil panen bisa mencapai 10 ton per hektare. Kabupaten Indramayu memiliki luasan lahan sawah terbesar di Indonesia sehingga diharapkan dapat menjadi andalan pertanian nasional,” katanya.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jawa Barat, Detia Tri Yunandar, menjelaskan, total lahan PM-AAS di Desa Plosokerep mencapai 100 hektare yang dibagi ke dalam empat titik kegiatan.

“Untuk 30 hektare lahan reguler dibagi menjadi tiga aktivitas, yaitu 5 hektare kegiatan tanam, kemudian di bagian utara dilakukan penyemprotan herbisida menggunakan drone sprayer, dan 20 hektare lainnya masih dalam proses pengolahan lahan,” jelasnya.

Detia mengatakan, program ini melibatkan 83 anggota kelompok tani yang tergabung dalam 10 poktan dan satu brigade pangan. Menurutnya, Indramayu menjadi satu-satunya lokasi PM-AAS yang melibatkan brigade pangan secara langsung.

Sementara itu, Bupati Indramayu, Lucky Hakim, menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian dan semua pihak atas berbagai bantuan serta dukungan yang diberikan kepada Kabupaten Indramayu.

Menurutnya, pertanian di Indramayu sudah menjadi budaya dan bagian dari denyut kehidupan masyarakat Indramayu. Dengan luas sawah yang mencapai hampir 125 ribu hektare, tidak salah bila predikat lumbung padi nasional menjadi milik Indramayu.

Terkait dengan program PM-AAS, Bupati Lucky menyatakan, program ini membantu petani supaya tidak terlalu capek.

“Proses tanam menjadi lebih cepat dan efisien. Kalau kita tidak melakukan modernisasi, pertanian kita bisa stagnan,” ujarnya.

Bupati Lucky menegaskan, Pemerintah Kabupaten Indramayu siap mendukung penuh modernisasi pertanian dan meminta seluruh kelompok tani menjaga bantuan yang diberikan dengan baik.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan pupuk petroganik secara simbolis dari PT Pupuk Indonesia kepada Bupati Indramayu Lucky Hakim. Selain itu, Kementerian Pertanian turut memberikan bantuan benih, pupuk, alsintan, serta 100 unit pompa air untuk mendukung program PM-AAS.

Tanam perdana dilakukan bersama para petani, kelompok tani, brigade pangan, pemerintah daerah, Kementerian Pertanian, hingga berbagai stakeholder pertanian lainnya.

Semangat kolaborasi terus dibangun untuk menciptakan pertanian yang lebih maju, efisien dan berkelanjutan.

Melalui program PM-AAS, Kabupaten Indramayu terus bergerak mendukung swasembada pangan nasional sekaligus membawa pertanian menuju era yang lebih modern dan berdaya saing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.