Imbas Tabrakan KA di Bekasi, Jadwal Perjalanan di Stasiun Jatibarang Terhambat

oleh -61 Dilihat
oleh

Kabupaten Indramayu (Newssidak.id, Jawa Barat) _ Sejumlah perjalanan kereta api di Stasiun Jatibarang, Kabupaten Indramayu, mengalami keterlambatan(delay) imbas tabrakan antara kereta Commuter Line dan kereta jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur. Meski terdampak, sebagian penumpang memilih tetap menunggu dan enggan membatalkan perjalanan.

Salah satu penumpang, karsan (40), mengaku telah menunggu keberangkatan KA Gunung Jati sejak siang hari. Kereta yang seharusnya tiba pukul 11.18 WIB itu hingga pukul 14.30 WIB belum juga berangkat.

“Infonya sih nggak sampai batal, tapi ya begitu sampai sekarang menunggu. Saya di sini sudah dari jam 11 siang,” kata karsan, saat ditemui di Stasiun Jatibarang, pada Selasa (28/4/2026).

karsan, hendak menuju Cirebon untuk keperluan kontrol kesehatan orang tuanya. Ia memilih tetap menunggu karena merasa lebih nyaman bepergian menggunakan kereta api.

“Nunggu saja, soalnya enakan naik kereta, sudah biasa juga,” ujarnya.

Ia juga mengaku prihatin atas insiden kecelakaan yang terjadi di Bekasi dan memahami dampaknya terhadap perjalanan kereta api.

“Kalau saya ya mengerti saja lah, soalnya ini kan kecelakaan,” tambahnya.

Cerita serupa disampaikan sahrul (45),seorang sopir rental mobil, yang tengah menunggu tamu di Stasiun Jatibarang. Ia menyebut tamunya masih tertahan di Bekasi akibat gangguan perjalanan.

“Kalau saya driver rental, lagi nunggu tamu. Informasinya masih terjebak di stasiun di Bekasi,” kata sahrul

Ia mengaku telah menunggu sejak pukul 09.00 WIB. Seharusnya, tamunya tiba sekitar pukul 10.20 WIB sesuai jadwal.

“Harusnya mah kereta itu sampai jam segitu, tapi sampai sekarang belum tiba,” ujarnya.

Menurut sahrul kondisi serupa juga dialami rekan sesama sopir di sejumlah stasiun lain seperti Cirebon dan Tegal.

“Mau gimana lagi, namanya juga kecelakaan. Nggak ada yang berharap, saya mencoba memahami saja walau memang merugikan dari sisi waktu,” tambahnya.

Kepala Stasiun Jatibarang, Tomi Permana, mengatakan keterlambatan ini merupakan dampak langsung dari insiden kecelakaan di Bekasi Timur. Sebagai salah satu stasiun utama di wilayah Daop 3 Cirebon, Stasiun Jatibarang ikut merasakan imbasnya.

“Keterlambatan bervariasi, dan ini sudah terjadi sejak Senin malam hingga Selasa siang,” ungkap Tomi.

Pihak stasiun terus memberikan informasi terbaru kepada penumpang melalui pengeras suara, media sosial resmi KAI, serta aplikasi untuk memastikan penumpang mendapatkan update terkini.

Selain keterlambatan, Tomi menyebut terdapat empat perjalanan kereta api yang dibatalkan. Yakni KA Gunungjati (117B) rute Cirebon–Gambir, KA Purwojaya (56F-53F/58F-59F) rute Cilacap–Gambir (PP), KA Mataram (75B) rute Solo Balapan–Pasarsenen, dan KA Gumarang (163) rute Surabaya Pasarturi–Pasarsenen.

Sebagai langkah penanganan, pihak KAI memberikan kompensasi penuh bagi penumpang terdampak. Penumpang yang perjalanannya dibatalkan dapat mengajukan pengembalian tiket atau refund sesuai ketentuan.

“Kami juga menempatkan petugas di loket dan area informasi untuk membantu proses pembatalan atau pengalihan rute agar tidak terjadi antrean panjang,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.