Jangan Sampai Punah! MASDA Ajak Masyarakat Lestarikan Budaya Sunda

oleh -56 Dilihat
oleh

Kabupaten Bandung (Newssidak.id, Jawa Barat)_Ketua Umum Majelis Adat Sunda (MASDA), Anton Charliyan, kembali mengingatkan pentingnya menjaga dan melestarikan adat, tradisi, serta budaya warisan leluhur Sunda sebagai bagian dari identitas bangsa yang harus terus dipertahankan di tengah derasnya arus modernisasi dan pengaruh budaya asing.

Pria yang akrab disapa Abah Anton tersebut menyampaikan bahwa pesan luhur mengenai pentingnya menjaga tanah leluhur dan warisan budaya telah tertuang dalam Naskah Lontar Amanat Galunggung yang menjadi salah satu pedoman hidup masyarakat Sunda sejak berabad-abad lalu.

Menurutnya, dalam amanat tersebut sucitersirat pesan bahwa menjaga Kabuyutan atau tempat yang dianggap , termasuk menjaga Ibu Pertiwi, adat istiadat dan budaya leluhur merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh setiap generasi penerus.

“Warisan budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, tetapi merupakan jati diri, kehormatan dan kemuliaan suatu bangsa. Jika tidak dijaga, maka kita akan kehilangan identitas kita sendiri,” ujar Abah Anton,Sabtu(6/6/2026).

Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat Tahun 2026, MASDA terus berupaya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk merawat dan melestarikan budaya Sunda serta budaya nusantara lainnya agar tidak tergerus perkembangan zaman.

Abah Anton yang juga merupakan mantan Kapolda Jawa Barat menekankan bahwa generasi muda, khususnya Generasi Z, perlu memiliki kesadaran budaya yang kuat. Kemajuan teknologi dan perkembangan global memang harus diikuti, namun nilai-nilai budaya lokal tetap harus dijadikan fondasi dalam kehidupan.

“Jangan sampai generasi muda kehilangan jati diri karena terlalu larut mengikuti budaya asing tanpa menyaring nilai-nilai yang sesuai dengan karakter bangsa,” tegasnya.

Dengan semangat “Hayu Ki Sunda, Geura Bangkit, Geura Hudang”, Abah Anton mengajak para sesepuh, budayawan, tokoh masyarakat, pemuda, serta seluruh pecinta budaya Nusantara untuk bersama-sama menjaga dan menghidupkan kembali adat tradisi di daerah masing-masing.

Ia mengingatkan bahwa berbagai warisan budaya bangsa pernah menjadi perbincangan internasional karena diklaim atau diakui oleh negara lain. Oleh karena itu, masyarakat harus memiliki kepedulian yang lebih besar terhadap pelestarian budaya lokal.

Menurutnya, masyarakat Sunda harus menjaga berbagai kekayaan budaya yang dimiliki, mulai dari bahasa, aksara Sunda, adat istiadat, kesenian tradisional, pakaian adat, kerajinan, kuliner khas, hingga nilai-nilai filosofis Kasundaan seperti Silih Asih, Silih Asah, dan Silih Asuh.

“Nilai-nilai luhur tersebut harus terus diwariskan kepada generasi berikutnya agar tetap hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat,” pintanya.

Abah Anton juga menegaskan bahwa Tanah Parahyangan merupakan wilayah yang kaya akan budaya, sumber daya alam, serta kearifan lokal. Karena itu, seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab untuk menjaga, merawat dan meneruskan warisan leluhur agar tetap lestari.

Menutup pesannya, Abah Anton kembali menyerukan pentingnya menjaga Kabuyutan dan budaya bangsa.

“Omat Jaga Kabuyutan, Ulah Nepi Ka Direbut Ku Asing. Mari kita jaga budaya Sunda dan budaya Nusantara sebagai identitas bangsa yang berkarakter, adiluhung, serta memiliki peradaban tinggi yang diwariskan oleh para leluhur hingga berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.