Masda Jabar Beri Dukungan Penuh untuk Pelestarian Budaya Langkung Sae di Majalengka

oleh -37 Dilihat
oleh

Kabupaten Majalengka (Newwsidak.id, Jawa Barat) – Majelis Adat Sunda (MASDA) Jabar melalui Ketua Umumnya, Irjen Pol Purn DR Drs H Anton Charliyan MPKN, menghadiri acara Milangkala ke-1 Paguyuban Budaya Dangiang Rundayan Talaga yang digelar di kawasan Wisata Gununglaya Argasari, Talaga Banjaran, Kabupaten Majalengka, berlangsung meriah dan penuh nuansa budaya Sunda.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh H Eman Suherman, jajaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, anggota DPRD Kabupaten Majalengka Dapil 4, utusan dari Keraton Kasepuhan Cirebon, Kanoman, Sumedang Larang, para kepala desa, tokoh budaya seperti Kang Ohang Deni Mulyadi, Ceu Popon, Abah H Baya, Abah H Tatang, serta sejumlah organisasi masyarakat dan paguyuban budaya di antaranya Pemuda Pancasila, Manggala Garuda Putih Tasikmalaya, dan Cilogak Padakembang Tasikmalaya.

Acara Milangkala pertama tersebut menampilkan berbagai pagelaran budaya daerah, mulai dari pencak silat, debus, tari jaipong, hingga atraksi seni tradisional lainnya yang mendapat sambutan antusias dari masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Majalengka H. Eman Suherman menyampaikan bahwa pemajuan budaya di Kabupaten Majalengka harus “LANGKUNG SAE” atau lebih baik, bahkan harus “SAE PISAN” yang berarti sangat baik, sejalan dengan moto pembangunan Kabupaten Majalengka.

Menurutnya, Kabupaten Majalengka memiliki modal sosial dan kekayaan budaya yang luar biasa untuk dikembangkan. Di antaranya keberadaan Museum Talaga Manggung, berbagai situs budaya, kesenian khas daerah, batik, kuliner tradisional pituin Majalengka, hingga kondisi alam yang indah dikelilingi pegunungan dan danau yang menjadi aset besar bagi pengembangan budaya dan pariwisata daerah.

“Semua ini merupakan aset dasar yang luar biasa dan harus dikembangkan secara maksimal atau SAE PISAN,” ujar Bupati Eman.

Ia juga menambahkan bahwa tingginya antusias masyarakat dalam setiap kegiatan budaya menjadi kekuatan sosial yang sangat penting dalam mendukung pemajuan kebudayaan di Majalengka.

Bahkan, lanjutnya, sekitar tiga bulan mendatang tepatnya pada 3 Agustus 2026, direncanakan akan digelar Pagelaran Budaya Akbar yang melibatkan seluruh unsur budaya di Majalengka bahkan tatar Sunda, dan direncanakan akan dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat.

“SAE juga bisa diartikan sebagai Sahabat Akang Eman,” pungkasnya disambut tepuk tangan hadirin.

Sementara itu, Ketua Umum MASDA Jabar, Abah Anton Charliyan yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Penasihat Paguyuban Dangiang Rundayan Talaga menyampaikan bahwa Kabupaten Majalengka memang harus mampu menjadi daerah yang “Langkung SAE” dalam pemajuan budaya.

Menurutnya, Majalengka merupakan salah satu pusat perkembangan budaya Sunda pada masa lalu. Ia menjelaskan bahwa di wilayah Majalengka pernah berdiri tiga kerajaan besar Sunda sekaligus, yakni Kerajaan Talaga Manggung, Kerajaan Raja Galuh, dan Kerajaan Sindangkasih sekitar Abah XV.

“Hal ini membuktikan bahwa secara historis sejak dahulu wilayah Majalengka sudah memiliki sistem budaya dan peradaban yang tinggi,” ungkap Abah Anton.

Ia menegaskan bahwa Majelis Adat Sunda (MASDA) Jabar mendukung penuh upaya Pemerintah Kabupaten Majalengka agar mampu menjadi daerah terdepan dalam pemajuan budaya di Jawa Barat.

Ketua panitia kegiatan, Abah H. Ujang, saat dimintai tanggapan oleh awak media menyampaikan rasa syukur atas suksesnya pelaksanaan Milangkala pertama Paguyuban Dangiang Rundayan Talaga.

“Alhamdulillah acara berjalan lancar dan mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Kami juga berterima kasih atas kehadiran Bupati Majalengka, Ketua Umum MASDA Jabar, para pejabat daerah, anggota DPRD, dan seluruh tamu undangan,” ujarnya.

Ia juga memohon maaf apabila dalam pelaksanaan kegiatan masih terdapat kekurangan dan berharap kegiatan serupa ke depan dapat digelar lebih besar dan lebih baik lagi.

Acara kemudian ditutup dengan prosesi pemotongan tumpeng, foto bersama, serta isoma dan botram makan siang bersama di Cafe Argasari dalam suasana penuh kekeluargaan dan kebersamaan budaya Sunda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.