MPM Unwir Gelar Aksi Demonstrasi dan Audensi

oleh -56 Dilihat
oleh

Kabupaten Indramayu (Newssisak.id, Jawa Barat) _ Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) Universitas Wiralodra menggelar aksi demonstrasi dan audiensi di depan aula Nyi Endang Darma Ayu Kampus Unwir Indramayu, Selasa (19/5/2026).

Aksi tersebut dipicu kekecewaan mahasiswa karena rektor baru maupun mantan rektor yang sebelumnya dijanjikan hadir, ternyata tidak menemui massa aksi. Ketua MPM Universitas Wiralodra periode 2025–2026 sekaligus penanggung jawab aksi, Dhanu Achmad Firmansyah, menyampaikan bahwa mahasiswa mempertanyakan ketidakhadiran kedua pimpinan kampus tersebut.

Dalam aksi itu, mahasiswa membawa sejumlah tuntutan yang dinilai menyangkut hak dan keterbukaan informasi bagi civitas akademika. Salah satu tuntutan utama yakni transparansi dana KIP Kuliah, termasuk kejelasan pakta integritas serta pengembalian dana uang saku KIP Kuliah yang disebut bermasalah.

Selain itu, mahasiswa juga menuntut transparansi dana kegiatan dan magang. Mereka meminta pihak rektorat membuka rincian anggaran proses magang serta memberikan alokasi dana yang jelas dan terbuka bagi organisasi mahasiswa di lingkungan kampus.

Tak hanya itu, massa aksi juga meminta kejelasan terkait biaya kuliah yang dibayarkan mahasiswa setiap semester. Mereka mendesak pihak kampus membuka rincian penggunaan aliran dana dari pembayaran kuliah agar lebih transparan dan akuntabel.

Menurut mahasiswa, sebelumnya telah ada janji bahwa pada Selasa(19/5/2026), rektor baru dan mantan rektor akan hadir bersama pembina, pengawas, serta pengurus yayasan dengan jaminan moralitas untuk menemui mahasiswa dalam forum audiensi tersebut.

Namun dalam pelaksanaannya, pihak yang hadir hanya jajaran pengurus yayasan dan Wakil Rektor I Unwir, Ibnu Rusyadi. Ketidakhadiran kedua rektor itu pun memunculkan tanda tanya besar di kalangan mahasiswa dan memicu kekecewaan peserta aksi.

Mahasiswa berharap pihak kampus segera memberikan penjelasan resmi terkait berbagai tuntutan yang disampaikan, sekaligus menjawab alasan ketidakhadiran rektor baru maupun mantan rektor dalam audiensi tersebut.

Pihak rektorat Universitas Wiralodra, melalui Wakil Rektor I, telah menanggapi aksi tersebut dan menerima aspirasi mahasiswa sebagai bentuk evaluasi konstruktif untuk perbaikan tata kelola keuangan kampus.

Meskipun pihak rektor telah memberikan klarifikasi awal, mahasiswa menilai penjelasan tersebut belum menjawab akar masalah secara tuntas.

Mahasiswa mengancam akan menggelar aksi Lanjutan apabila pihak yayasan dan Pimpinan Kampus tidak hadir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.