Kabupaten Cianjur (Newssidak.id, Jawa Barat) – Majelis Adat Sunda Jawa Barat (MASDA Jabar) melakukan kunjungan budaya dan penelitian kearifan lokal ke Kampung Adat Gelar Alam Kabupaten Cianjur.
Kunjungan yang dilakukan pada Selasa(5/5/2026) tersebut diikuti oleh sejumlah anggota tim inti MASDA Jabar diantaranya Dany Hilman, Rr Okky JJ, serta Oman R bersama tim lainnya.
Rombongan diterima langsung oleh Ketua Kampung Adat Gelar Alam, Abah Ugi dan Abah Yoyo beserta masyarakat adat setempat.
Dalam kunjungan tersebut, MASDA Jabar mendalami berbagai aspek kehidupan masyarakat adat, mulai dari sistem adat tradisi, ketahanan pangan, ketahanan lingkungan, hingga identifikasi berbagai persoalan yang dihadapi kampung adat. Fokus utama penelitian diarahkan pada keberadaan leuit atau lumbung padi tradisional yang dikenal dengan konsep Leuit Salawe, Leuit Warga, Leuit Rurukan dan Leuit Jimat.
Konsep leuit ini dinilai menjadi salah satu rahasia utama keberhasilan kampung-kampung adat di Tatar Sunda dalam menjaga ketahanan pangan masyarakatnya selama puluhan tahun. Hingga saat ini, masyarakat kampung adat dinilai mampu bertahan menghadapi musim ekstrem, baik kemarau panjang maupun curah hujan tinggi, tanpa mengalami krisis pangan.
Leuit sendiri merupakan tempat penyimpanan padi dan beras menggunakan teknologi buhun Sunda yang mampu menjaga kualitas hasil panen hingga puluhan tahun. Sistem Leuit Salawe misalnya, dikenal sebagai deretan lumbung penyimpanan cadangan logistik pangan masyarakat yang dipersiapkan untuk kebutuhan jangka panjang hingga 25 tahun ke depan.
Dalam keterangannya, Bunda Okky mengungkapkan pengalamannya saat berkunjung ke kawasan adat Cipta Gelar. Ia mengaku disuguhi beras yang telah disimpan selama 15 tahun namun masih dalam kondisi bersih, segar, utuh dan tidak dimakan kutu.
“Ini menandakan cadangan logistik mereka benar-benar siap untuk jangka panjang. Konsep Leuit Salawe dengan kategori Leuit Warga, Leuit Rurukan dan Leuit Jimat terbukti mampu menjaga kualitas pangan secara alami,” bebernya.
Ia juga membandingkan konsep penyimpanan pangan tradisional tersebut dengan sistem gudang modern yang kerap ditemukan mengalami kerusakan stok beras meski baru disimpan beberapa tahun.
“Di sinilah kita harus mengakui bahwa konsep ketahanan pangan jangka panjang masyarakat adat Sunda ternyata jauh lebih unggul dibandingkan sebagian teknologi penyimpanan modern saat ini,” tambahnya.
Sementara itu, Prof Dany Hilman menilai masih banyak teknologi masa lalu yang tersimpan di kampung-kampung adat dan tetap terjaga hingga kini. Menurutnya, teknologi tersebut bahkan tidak kalah dengan teknologi modern.
Ia mencontohkan teknologi pembuatan pupuk alami tanpa bahan kimia berbahaya, sistem pertanian anti hama, konstruksi pondasi rumah dan leuit tahan gempa, hingga pemanfaatan sumber daya alam yang tetap menjaga keseimbangan lingkungan.
Hal senada disampaikan Ki Pamanah Rasa Abah Oman R yang menyoroti sistem keamanan lingkungan masyarakat adat melalui konsep “jaga baya”. Menurutnya, sistem sederhana tersebut terbukti mampu menciptakan harmoni sosial serta menjaga lingkungan dengan angka kriminalitas yang nyaris nol.
Ketua Umum MASDA, Anton Charliyan, menegaskan bahwa kampung adat yang selama ini dianggap sederhana justru menyimpan banyak mutiara peradaban dan kearifan lokal yang luar biasa.
“Ternyata kampung adat yang dianggap tertinggal justru menyimpan banyak rahasia tersembunyi. Tidak heran jika masyarakatnya mampu bertahan di tengah derasnya arus globalisasi dan modernisasi,” kata Abah Anton sapaan akrab Anton Charliyan.
Ia menilai masyarakat adat memiliki kualitas hidup yang baik, mulai dari ketahanan pangan, kesehatan, hingga keharmonisan sosial. Bahkan saat pandemi Covid-19 melanda dunia, masyarakat adat dinilai mampu bertahan tanpa dampak besar seperti yang terjadi di banyak wilayah lain.
Melalui kunjungan tersebut, MASDA Jabar berharap masyarakat luas dapat mulai kembali belajar dari kearifan lokal kampung adat Sunda yang terbukti mampu menjaga ketahanan pangan, keamanan lingkungan, serta kelestarian alam secara berkelanjutan.






